proposal

Pendahuluan
Manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah, untuk itu Allah mengutus para Nabi yang mengajarkan ilmu. Ilmu adalah sesuatu yang dengannya dapat dibedakan yang benar dari yang salah sehingga ibadah dapat dijalankan dengan cara yang Allah sukai dan ridlai. Ilmulah yang diwariskan oleh para Nabi kepada manusia sepanjang masa. Dengan ilmu kita mencari dunia, mencari akhirat, dan mengatasi berbagai persoalan. Menuntut ilmu dan mengajarkannya menjadi sesuatu yang wajib bagi setiap Muslim. Ibnu Maajah dan ath Thabrani meriwayatkan dari Anas bin Malik.

Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap Muslim (Sunan Ibnu Maajah Juz 1 hal. 260, al Mu’jam al Ausath lith Thabrani Juz 1 hal. 12)

Krisis multi-dimensional melanda bangsa ini, bahkan kini mengancam seluruh dunia, lebih-lebih ummat Islam yang merupakan seperempat dari penduduk dunia. Ummat Islam hanya menguasai 6 % saja dari kekayaan dunia (www.ummah.com). Dalam menghadapi krisis ini ilmu tetap menjadi sesuatu yang penting. Pendidikan dalam arti yang sebenarnya, yakni menuntut dan mengajarkan ilmu, adalah wasilah yang harus dinomorsatukan. Pendidikan yang hanya bertujuan mengejar formalitas duniawi belaka, seperti nilai ulangan, ijazah atau jabatan, tidak akan membawa perbaikan.

A. Sejarah Pondok Pesantren Islam (PPI) Daarusy Syifaa’
Pondok Pesantren Islam (PPI) Daarusy Syifaa’ bermula pada bulan Agustus 1988 dari sebuah tempat mengaji di Dasan Tereng Desa Korleko, ketika itu masih merupakan bagian dari kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Karena keprihatinan terhadap rendahnya tingkat pendidikan masyarakat dan minimnya pemahaman dan pengalaman ajaran Islam, banyaknya kemaksiatan dan tersebarnya ajaran yang menyimpang dari jalan Islam yang lurus, tempat mengaji itu ditumpangkan sebagai bagian putri dari PPI al Banna (sekarang namanya Ma’had Ibnu Mas’ud) di Sisik Suryawangi). Sejak tahun 1994 pondok ini berdiri dengan nama dan yayasan sendiri yaitu Pondok Pesantren Islam Daarusy Syifaa’ di bawah Pondok Pesantren Islam Daarusy Syifaa’.

Pendidikan

Dalam penyelenggaraan, kami mengadopsi sistem khalafiyah (klasikal) dengan memberikan penekanan pada aqidah, akhlaq dan syari’ah. Di luar jam-jam belajar klasikal, kami memberikan pembinaan dan pengajian khusus kepada para santri, juga para guru, wali santri dan anggota masyarakat lainnya.

Visi dan Missi PPI Daarusy Syifaa’
Visi: PPI Daarusy Syifaa’ adalah lembaga pendidikan milik seluruh ummat Islam yang menginginkan Islam berwibawa di muka bumi Yang menyuguhkan pendidikan yang mudah, murah dan perlu kepada santri.
Missi: Membentuk pribadi Muslim yang basthatan fil ‘ilmi wal jism (unggul ilmunya dan handal fisiknya) dengan kriteria: mengenal Islam, berakhlaq al Qur’an, memiliki keterampilan yang dapat diandalkan dan dapat hidup mandiri

Biaya Operasional Rutin
Pembiayaan operasional PPI Daarusy Syifaa’ saat ini diperoleh dari hasil usaha Pondok Pesantren Islam Daarusy Syifaa’, dari uang infaq syahriyah, uang asrama santri, sumbangan donatur tetap dan bantuan pemerintah.

Peningkatan Sarana Penunjang
Perjalanan Pondok sejak awalnya dulu hingga sekarang masih merangkak. Keinginan dan cita-cita yang tinggi untuk merealisir tujuan Pondok belum seimbang dengan ketersediaan sarana dan dana penunjang.
Koleksi perpustakaan masih sangat tidak mencukupi sehingga setiap tahun para santri berkeliling ke lembaga-lembaga pendidikan lain untuk mendapatkan buku rujukan guna penyelesaian karya tulis.

Media pembelajaran lain, yang mekanik, manual maupun elektronik juga demikian adanya. Untuk praktikum bahasa dan IPA misalnya kami masih mempertimbangkan peminjaman di tempat-tempat lain. Kami hanya mengandalkan kemampuan guru dalam menjelaskan pelajaran. Tentu saja yang demikian sudah kurang ideal lagi pada zaman ini.

Dan dalam bidang teknologi informasi PPI Daarusy Syifaa’ yang mengelola lima unit pendidikan baru memiliki satu perangkat komputer yang dapat dipakai, itu pun dalam kondisi agak kritis. Arus listrik yang tidak stabil merupakan ancaman berat bagi sarana-sarana yang kami miliki. Mata pelajaran TIK yang masuk dalam kurikulum terpaksa belum dapat kami berikan kepada para santri. Obsesi bahwa semua tamatan PPI Daarusy Syifaa’ dapat mengoperasikan komputer, masih jauh. Bahkan kebanyakan guru masih buta komputer.

Gaji Guru dan Pegawai
PPI Daarusy Syifaa’ ditangani oleh 36 tenaga guru dan pegawai, dengan jumlah jam kerja rata-rata 21 jam pelajaran per minggu. Karena keterbatasan dana yang mampu kami peroleh setiap bulan maka banyak dari hak yang mestinya diperoleh belum dapat kami penuhi. Gaji rata-rata setiap guru dan pegawai untuk saat ini adalah Rp 125.222 (seratus dua puluh lima ribu dua ratus dua puluh dua rupiah). Tunjangan-tunjangan jabatan, anak, lama pengabdian dan lain-lain belum dapat kami penuhi.

Peningkatan SDM
Beberapa pengasuh PPI Daarusy Syifaa’ tidak berlatar pendidikan keguruan, dan yang berlatar belakang keguruan pun jarang mendapat tambahan pengetahuan dan keterampilan mengajar untuk mengimbangi perkembangan zaman. Kami hanya mengandalkan literatur lama yang diterbitkan oleh Pondok Modern Gontor. Hanya karena semangat, kepedulian dan keprihatinan saja yang menyebabkan pondok ini tetap bertahan. Untuk mengantisipasi masalah yang mungkin timbul, kami berupaya mendatangkan para pakar dan praktisi pendidikan atau mengirim para guru ke tempat kursus, penataran atau semacamnya untuk peningkatan SDM.

Pengadaan Bengkel-bengkel Keterampilan
Sesuai dengan tujuan pondok, para santri perlu dibekali dengan keterampilan yang memadai. Kami membutuhkan bengkel keterampilan yang dilengkapi dengan peralatan, bahan praktik dan tenaga pelatih. Keterampilan yang diberikan adalah yang layak, dalam arti bahannya mudah didapat, hasilnya laku dijual, tenaga pelatihnya ada dan prospeknya bagus.
Kami baru dapat mengajarkan keterampilan membuat sapu sabut kelapa, dan beberapa santri menjadikan pembuatan sapu sabut kelapa sebagai usaha untuk menambah uang belanja. Untuk keperluan praktik, ruang kelas disulap menjadi bengkel bila jam keterampilan tiba, dan harus segera dirapikan lagi manakala jam pelajaran berakhir.

Perbaikan dan Perawatan Gedung
Banyak lokal bangunan di PPI Daarusy Syifaa’, terutama di Pondok Putri, dalam kondisi rusak. Tembok-tembok mulai rusak, gentingnya pecah-pecah, lantainya retak, pintu dan jendela kelas semua rusak, mushallanya belum memiliki pintu dan jendela yang layak sejak dibangun. Untuk perbaikan dan perawatan kami memerlukan dana yang banyak.

Beasiswa
Kebanyakan santri PPI Daarusy Syifaa’ adalah anak petani dan peternak, yang kesehariannya diisi dengan kesibukan membantu orangtua bertani dan beternak sehingga pendidikan mereka kurang mulus. Di antara para santri ada yang mempunyai kecerdasan yang menonjol sehingga menjadi juara berturut-turut dari tahun ke tahun. Beberapa santri PPI Daarusy Syifaa’ mendapat nilai sangat baik dalam ujian nasional.

Untuk dapat bersekolah dengan baik, mereka memerlukan biaya untuk membeli kitab-kitab dan kebutuhan lain dan dana untuk melanjutkan pendidikan mereka setelah menyelesaikan pelajaran di pondok ini. Telah ada belasan alumni pondok ini yang melanjutkan pendidikan di luar daerah. Kepedulian kepada mereka sangat diperlukan.
Alumni berkualitas dari Santri Darusy Syifa’ yang kini menempuh kuliah dan melanjutkan pelajaran di Timur Tengah, yang termasuk dalam program beasiswa ini adalah :
1. Faishal, belajar ilmu Hadist di Makkah I
2. Ibrahim Zakaria, 2002, LIPIA-Jakarta
3. Agus Salman, 2002, UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta
4. Hendrawan Zulkarnain, 2005, LIPIA – Jakarta
5. Sandiman, 2005, Universitas Nahdhatul Wathan (NWDI) Lotim – NTB
6. Shadri Al-Iman, 2005, Tahfidzul Qur’an Ma’had Abu Bakar – Surakarta
7. Irwan Hasan, 2006, UNIBA – Sulawesi
8. Ilyas Abdurrahman, 2006, ARRAYYAN – Jakarta
9. Jundullah, 2006, Tahfidzul Qur’an Ma’had ‘Aly Asy Syurkati-Salatiga
10. Farisul Islam, 2006, IAIN – Semarang
11. Khairuddin,2007, Universitas NWDI, Lotim – NTB
12. Abdurrahman, 2007, Tahfidzul Qur’an Ma’had ‘Aly Asy Syurkati-Salatiga
13. Ilyasa Abdullah, 2007, Universitas NWDI, Lotim – NTB
14. Marhadi Sofyan, 2007, UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta
15. Sulaiman Hadi, 2007, UIN Sunan Kalijaga, jogjakarta
16. Zaky Imaduddin Robbani,2008, Tahfidzul Qur’an Ma’had ‘Aly Baitul Hikmah-Sukoharjo

Pengembangan Pondok
Dengan memperhatikan perkembangan Pondok dan dunia pendidikan, khususnya untuk pemberdayaan ummat, diperlukan upaya yang keras untuk mencetak manusia yang unggul. Untuk kepentingan ini diperlukan sarana dan prasarana yang unggul pula. Untuk itu PPI Daarusy Syifaa’ membuat perencanaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Gambaran perencanaan tersebut adalah:

Dana

Dalam jangka pendek kami mengupayakan agar sarana yang ada dioptimalkan pemanfaatannya dan kualitas SDM-nya ditingkatkan.
Dalam jangka menengah kami berencana meningkatkan sarana pendidikan yang berupa bangunan menjadi bangunan yang standar sehingga dapat menjadi tempat belajar yang aman, nyaman dan dapat menunjang pelaksanaan belajar mengajar yang memadai. Rencana pembangunan tersebut berupa: Ruang Belajar, Asrama Santri, Mushalla, Rumah Guru, Perpustakaan, Workshop, Pos Jaga dan Kios.

Dalam jangka panjang kami mengarahkan agar PPI Daarusy Syifaa’ menjadi Pondok Pesantren Islam Modern yang dapat menjadi tempat belajar mulai dari tingkat dasar sampai tingkat Perguruan Tinggi dan mampu bersaing sampai tingkat global.

Pondok Pesantren Islam Daarusy Syifaa’
Alamat: Tirpas Korleko Kec. Labuhan Haji Lombok Timur NTB
PO BOX: 02 Selong 83610

Banking: Bank Syari’ah Mandiri
No. Rekening: 1570165317
An. : PPI. Daarusyi Syifaa’

Contact Persone:
TGH. TAFAUL AMRI JAYA
0818 0271 0206