muslim obamaKehadiran Obama di Mesir, Kamis (4/6), merupakan fenomena baru. Persiapan penyambutan dari segi keamanan dan pembaharuan suasana tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah penyambutan presiden mana pun. Tamu yang satu ini benar-benar diistimewakan oleh pemerintah Mesir, pimpinan Hosni Mubarak. Tidak hanya itu, ujian di beberapa universitas pun harus diliburkan untuk menjamin kestabilan suasana.

Obama ditemani Menlu AS, Hillary Clinton, berkunjung ke Masjid Sultan Hasan sebelum menyampaikan pidatonya di Universitas Kairo. Satu jam sebelum acara dimulai, ruangan aula sudah dipadati undangan sebanyak 2500 orang. Terlihat di barisan depan Grand Syaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Muhammad Sayyid Thanthawi dan beberapa tokoh agama Kristen Koptik. Tidak ketinggalan Mufti Mesir Dr. Ali Jum’ah juga hadir dalam acara tersebut.

Dalam pidatonya, Obama berbicara tujuh poin penting yang berhubungan langsung dengan Dunia Islam. Salah satu poin yang menjadi fokus pembicaraan Obama adalah kesantunan Islam yang sesuai dengan nilai kemanusiaan. Obama dengan yakin mengatakan bahwa ajaran Islam tidak sejalan dengan kekerasan. Dari poin ini, Obama mengajak kepada seluruh umat Islam dunia untuk bersama-sama menciptakan perdamaian dunia.

Pesan yang saya harap dapat saya sampaikan adalah bahwa demokrasi, supremasi hukum, kebebasan berbicara, kebebasan beragama, bukan hanya prinsip-prinsip yang harus diimplementasikan kepada mereka oleh dunia Barat, tetapi saya percaya prinsip-prinsip tersebut bersifat universal yang dapat dirangkul dan ditegaskan sebagai bagian dari identitas nasional negara-negara Islam tersebut,” kata Obama.

“Garis besar pidato Presiden merupakan komitmen pribadinya untuk ikut terlibat, berdasarkan kepentingan bersama dan saling menghormati,”kata Gibbs.” Ia akan mendiskusikan bagaimana Amerika Serikat dan komunitas Muslim di seluruh dunia dapat menjembatani beberapa perbedaan yang memisahkan mereka.”

Dalam sebuah rekaman audio terbarunya,Usamah bin Ladin mengutuk kebijakan Barack Obama terhadap negara-negara Muslim. Pimpinan al-Qaidah ini mengatakan bahwa presiden AS telah menanam benih dendam dan kebencian lewat negara AS terhadap dunia Islam.

Dalam laporan televisi Al-Jazeera, Bin Ladin mengatakan bahwa presiden Obama telah melanjutkan langkah-langkah yang dilakukan pendahulunya, George W Bush. Dia juga mengatakan bahwa bangsa Amerika harus bersiap-siap untuk menghadapi konsekuensi dari kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Gedung Putih.

Saluran Televisi yang berbasis di Qatar ini tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai hal ini. Berita mengenai rekaman audio Usama bin Ladin ini datang setelah Obama tiba di Arab Saudi untuk memulai kunjungannya ke wilayah tersebut dan dia juga akan mengunjungi Mesir, untuk menyampaikan pidatonya di universitas Kairo.

Kunjungan Obama ke Timur Tengah ini merupakan bagian dari misinya untuk memperbaiki reputasi negara AS yang hancur di dunia Islam. Juru bicara Obama – Robert Gibbs mengatakan bahwa pidato Obama di Kairo adalah berkaitan dengan perbaikan hubungan dengan dunia Islam.

“Saya yakin suatu saat nanti, negara-negara Muslim akan mengakui bahwa tindakan ekstrimisme sebenarnya tidak akan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya kepada NBC News sebelum dia meninggalkan Washington.
“Saya kira adanya pengakuan anti Amerika tidak akan memecahkan masalah negara mereka. Langkah-langkah yang kami ambil untuk meninggalkan Irak setidaknya akan membawa hanya sedikit masalah,” katanya.

Al-Qaidah Kritik Obama
Wakil pemimpin al-Qaidah, mengeluarkan pernyataan yang mengkritik kunjungan Presiden AS, Barack Obama ke Mesir, dan akan berbicara kepada dunia Islam di Cairo. Ayman al-Zawahiri, mengatakan bahwa kunjungan Obama tidak akan mengubah ‘pesan berdarah’, akibat pasukan AS di Iraq dan Afghanistan.

Al-Qaidah mengulangi lagi pernyataannya, ketika Obama terpilih menjadi Presiden AS, dan bagaimana Obama yang berjanji ingin mengakhiri isu terorisme, melalui perbaikan hubungan dengan dunia Islam.

“Pesan penuh darah itu, yang akan diterima umat Islam, dan tidak akan mengubah hubungan apapun dengan dunia Islam, atau dengan kata-kata yang penuh janji”, ujar Ayman yang menjadi wakil Osama bin Ladin, yang berasal dari Mesir.

Mengapa para pejabat Mesir mau menerima Obama, karena tak lain para pejabat Mesir itu, adalah ‘budak’ AS, dan akan kembali Mesir menjadi tempat bagi penyiksaan dan perang terhadap Islam. Menurut Ayman langkah kunjungan Obama, hanya ingin mengirimkan para tahanan yang dituduh sebagai militan untuk diinterogasi, dan dijebloskan ke dalam penjara.

“Sangat jelas kunjungan Obama ke Mesir, bukan untuk melakukan atau mendorong reformasi pemerintahan Mesir, yang sangat diktator itu, tapi justru kunjungan Obama, ingin memperkuat pemerintah Mesir yang sekarang berada di tangan Marsekal Hosni Mubarak itu.”
Seluruh aparat keamanan disiagakan untuk menjaga kunjungan Obama ke Kairo, dan bahkan tempat pidato Obama telah distelirkan, sampai pemerintah Mesir, melarang umat Islam melaksanakan sholat demi keamanan Obama di Masjid Hassan.